Artikel Kuncup Ceria

"Pelayanan Layaknya Keluarga."

Kompres Hangat atau Kompres Dingin kategori : Info Kesehatan

Kompres adalah salah satu tindakan terapi nonfarmakologi yang biasanya digunakan dalam kondisi tertentu sehingga bisa memulihkan tanpa bantuan obat-obatan. Terdapat dua macam kompres, yaitu kompres hangat dan kompres dingin. Akan tetapi, masih banyak orang yang salah dalam memilih jenis kompres. Hal ini tentunya dapat memperburuk keadaan, terutama ketika demam maupun cedera. Oleh sebab itu, kita perlu memahami bagaimana penggunaan kompres hangat dan dingin yang tepat.

Cara Kerja Kompres Hangat
Kompres hangat dilakukan dengan menempelkan handuk atau kain hangat pada permukaan kulit. Suhu hangat merangsang termoreseptor pada kulit untuk mengirimkan sinyal ke otak. Hipotalamus di otak akan bereaksi dan menghasilkan respon yang disebut vasodilatasi. Ketika vasodilatasi, pembuluh darah akan melebar sehingga darah akan mengalir lancar dan peningkatan suhu terjadi lebih cepat. Akibatnya, panas dapat membuat otot lebih rileks dan otak juga akan menurunkan suhu tubuh menjadi normal.

Cara Kerja Kompres Dingin
Ketika melakukan kompres dingin akan terjadi vasokonstriksi. Pada vasokonstriksi, pembuluh darah akan menyempit sehingga dapat menurunkan aliran darah pada area yang cedera. Selain itu, kompres dingin dapat memperlambat laju inflamasi, mengurangi bengkak, nyeri, dan perdarahan.

Fungsi Kompres Hangat
Kompres hangat dapat digunakan pada kondisi-kondisi berikut:
- Demam.
Kompres hangat dapat meningkatkan suhu tubuh lebih cepat sehingga demam dapat menurun. Lakukan kompres hangat pada lipatan-lipatan tubuh seperti lipatan lutut, siku, ketiak, selangkangan, ataupun pada leher belakang.
- Kaku sendi dan otot.
Kompres hangat menghasilkan suhu hangat yang akan melebarkan pembuluh darah sehingga tidak terjadi penumpukan asam laktat. Selain itu, juga dapat membuat otot lebih rileks.
- Kram saat menstruasi.
Kompres hangat akan mengakibatkan relaksasi yang dapat menurunkan nyeri ketika kram, terutama saat menstruasi.
- Cedera setelah fase akut.
Kompres hangat hanya dapat digunakan pada cedera yang sudah melewati fase akut, yaitu lebih dari 0 – 48 jam pasca cedera. Hal ini dilakukan karena pada fase akut terjadi vasodilatasi yang menyebabkan adanya darah lebih banyak pada lokasi cedera. Apabila digunakan pada fase akut, maka akan memperburuk inflamasi dan meningkatkan nyeri.

Fungsi Kompres Dingin
Kompres dingin bertujuan untuk meminimalisir terjadinya inflamasi. Kompres dingin dapat digunakan pada cedera akibat olahraga, seperti terkilir, terbentur, memar, ataupun bengkak.