"Pelayanan Layaknya Keluarga."

Tidak lama setelah disusui, ada kalanya bayi akan mengeluarkan lagi cairan susu dari mulutnya. Nah, untuk itu penting untuk ibu mengetahui perbedaan antara gumoh atau muntah yang dialami si kecil agar dapat memberikan penanganan yang tepat.
Gumoh
Bayi yang baru berumur beberapa minggu sampai satu tahun, akan sering mengalami gumoh, yairu mengeluarkan sebagian susu yang telah ia minum dari mulutnya. Kondisi tersebut normal, karena ukuran lambung bayi yang baru lahir terlalu kecil untuk menampung jumlah susu yang terlalu banyak. Selain itu, katup lambungnya pun masih belum dapat menutup dengan erat, sehingga volume susu yang berlebihan yang sudah masuk ke lambung, akan keluar lagi melalui mulut. Gumoh juga bisa terjadi jika bayi menelan udara terlalu banyak saat minum ASI, sehingga ia mengeluarkan cairan susu ketika bersendawa. Bayi dapat menelan banyak udara jika ia menangis saat sedang minum susu atau minum terlalu cepat.
Muntah
Ibu bisa membedakan kondisi muntah dan gumoh dengan melihat ciri-cirinya. Jika bayi mengeluarkan lebih dari 10 ml cairan dengan cara disemburkan dari perut yang juga membuat otot dinding perutnya berkontraksi, itu berarti bayi ibu mengalami muntah. Terkadang bayi juga bisa mengeluarkan cairan muntah dari hidung. Namun, muntah baru dialami oleh bayi ketika ia berumur dua bulan. Muntah bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan atau gangguan pencernaan pada bayi.
Cairan keluar >10 ml