"Pelayanan Layaknya Keluarga."

Saat hamil terkadang ada berbagai keluhan kesehatan yang kerap dialami. Bukan hanya mual dan muntah, saat memasuki usia kehamilan trimester kedua atau ketiga, bagian perut juga rentan mengalami nyeri. Kondisi ini normal terjadi karena adanya perubahan pada ukuran perut seiring pertumbuhan bayi dalam kandungan.
Perbanyak Minum Air Putih
Minum air putih sebelum atau sesudah makan dapat membantu perut Moms mencerna makanan. Setiap makanan yang tidak tercerna masuk ke usus kecil, di mana bakteri memecahnya, menghasilkan gas dalam prosesnya. Oleh karena itu, tetap terhidrasi dapat membantu Moms dalam mengurangi penumpukan gas.
Jangan Minum Bersoda
Moms juga perlu menghindari minuman tertentu agar sakit perut saat hamil tak semakin parah.
Beberapa minuman yang dimaksud, yakni:
Gula tambahan atau pemanis buatan dalam banyak minuman berkarbonasi dapat menyebabkan gas di usus sehingga menimbulkan sakit perut.
Fruktosa juga mungkin ditambahkan ke berbagai makanan penutup dan minuman. Meski fruktosa adalah gula alami yang terjadi di sebagian besar buah-buahan, tetapi beberapa orang tidak dapat mencerna fruktosa. Dalam hal ini, gula dapat berfermentasi di usus besar, menyebabkan gas dan kembung. Istilah medis untuk gangguan pencernaan ini adalah malabsorpsi fruktosa.
Makan Makanaan Berserat
Meskipun makanan berserat tinggi dapat meningkatkan gas dalam jangka pendek, seiring waktu mereka membantu mengurangi sembelit, yang merupakan penyebab utama gas usus.
Serat dapat menarik air dan melunakkan tinja. Ini memudahkan perjalanannya melalui usus, mempercepat pencernaan, dan memberi lebih sedikit waktu untuk menumpuk gas.
Strategi berikut mungkin dapat membantu Moms mencegah peningkatan gas:
Olahraga Teratur
Bumil dapat melakukan olahraga ringan, terutama gerakan peregangan, misalnya dengan posisi tubuh bertumpu pada tangan dan lutut selama beberapa menit.
Namun, jika tidak dilakukan dengan tepat, beberapa gerakan justru bisa membuat sakit perut bagian bawah malah makin berat. Oleh karena itu, jika ragu, lebih baik berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui gerakan yang aman dilakukan sesuai dengan kondisi kesehatan Bumil.