"Pelayanan Layaknya Keluarga."

Aliran ASI yang terlalu deras bisa menjadi penyebab bayi tersedak saat menyusu. Hal ini dapat terjadi pada kondisi hiperlaktasi.
Hal ini juga disebabkan karena ASI tertampung terlalu banyak dan keluar dengan aliran yang deras.
Pada dasarnya, saluran pernapasan bayi yang masih kecil dan sempit. Kemampuan bayi untuk mengunyah makanan yang belum sempurna menjadi faktor bayi rentan tersedak, sehingga memerlukan pengawasan khusus.
Untuk mencegah bayi tersedak saat menyusui, Bunda bisa melakukan beberapa hal berikut:
Salah satu cara mencegah bayi tersedak saat menyusui adalah menyusui dengan posisi yang tepat. Posisi yang paling aman adalah setengah duduk.
Pastikan posisi kepala si Kecil lebih tinggi dari badannya, supaya ASI bisa secara mulus masuk ke saluran pencernaan. Bunda dapat menyusui sambil berbaring namun kepala si Kecil harus tetap lebih tinggi dengan cara mengganjal dengan bantal.
Bunda juga perlu memerhatikan tanda-tanda bayi kenyang, seperti perut yang besar, atau menahan ASI dengan mulutnya. Dengan mengetahui tanda-tanda bayi kenyang, Bunda dapat mencegah bayi tersedak.
Saat isi payudara Ibu terlalu penuh, si Kecil akan berisiko tersedak, terlebih ketika si Kecil mengisap puting terlalu kuat. Sebaiknya jika dirasa payudara Ibu terlalu penuh, Ibu bisa memerah terlebih dahulu dan disimpan untuk dapat diminum si Kecil nanti.
Ciptakan suasana tenang ketika si Kecil sedang menyusu. Hindari menyusui dengan tergesa-gesa dan mengajak si Kecil bercanda. Dikhawatirkan katup pada saluran pernapasan si Kecil terbuka dan air susu masuk ke dalam saluran pernapasan yang membuatnya tersedak.