"Pelayanan Layaknya Keluarga."

Depresi tidak selalu menimbulkan gejala yang sama, tergantung pada keparahan yang dialami masing-masing penderita. Depresi ringan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan hubungan sosial.
Sedangkan pada depresi yang berat, penderita benar-benar tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari dan membina hubungan dengan orang lain.
Jenis-Jenis Depresi
Depresi terbagi dalam beberapa jenis, sesuai dengan tingkat keparahan dan penyebabnya. Berikut ini adalah penjelasan mengenai jenis-jenis depresi:
Depresi mayor ditandai dengan rasa sedih, hilang ketertarikan, atau gejala depresi lainnya. Kondisi ini bisa terjadi hampir setiap saat dan berlangsung selama 2 minggu atau lebih.
Distimia atau gangguan depresi kronis (persistent depressive disorder) adalah depresi mayor yang sudah berlangsung cukup lama, minimal selama 2 tahun.
Gangguan Biopolar adalah gangguan mood yang ditandai dengan perubahan suasana hati atau emosi yang drastis pada dua periode waktu. Saat mengalami bipolar, seseorang bisa mengalami episode mania (sangat senang) dan episode depresi mayor (sangat sedih atau terpuruk).
Kondisi ini biasanya dialami oleh ibu yang baru saja melahirkan. Umumnya, depresi postpartum akan ditandai dengan munculnya gejala depresi mayor dalam kurun waktu 1 tahun setelah melahirkan.
Pada beberapa wanita, keluhan dan gejala PMDD bisa muncul 1 minggu sebelum menstruasi, kemudian menghilang setelah masa menstruasi. Kondisi ini berbeda dengan gejala PMS (prementual syndrome).
Depresi atipikal ditandai dengan munculnya beberapa gejala depresi yang terkadang tidak khas, seperti berat badan naik drastis, tidur yang terlalu banyak, dan sedih yang berlebihan dengan penolakan. Biasanya, gejala tersebut dapat mereda dengan suasana atau kejadian positif.
Psychotic depression terjadi bila seseorang mengalami depresi berat dan disertai dengan gejala psikotik, seperti halusinasi, gangguan pola pikir, atau waham (delusi).
Kapan Harus ke Dokter
Segera periksakan ke dokter jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami gejala di atas, terutama bila muncul keinginan untuk mencelakai diri sendiri atau orang lain. Penanganan yang tepat sejak dini dapat membantu penderita untuk lebih produktif dan mencegah terjadinya komplikasi akibat depresi.
Perlu diketahui, penderita depresi berat sering kali tidak menyadari kondisinya. Jika Anda melihat orang yang sedang melakukan percobaan bunuh diri, segera bawa ia ke dokter untuk mendapatkan penanganan.